TEKNIK TRANSMISI TELEKOMUNIKASI (PENERBANGAN DAN LUAR ANGKASA/SATELIT)


Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Utama, Transmisi Kabel Laut, Transmisi Satelit, Transmisi RAdio, Teknik Kerja Bengkel, Elektronika dan Mikroprosessor, System Telekomunikasi

Teknik Transmisi Telekomunikasi adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek teknologi dan implementasi penyampaian informasi dan pengendali dengan menggunakan media fiber optik, gelombang elektromagnetik, radio microwave, dan satelit. Adapun yang dipelajari di kompetensi keahlian Teknik Transmisi Telekomunikasi adalah sebagai berikut:

  • Visualisasi dan Simulasi Digital
  • Fisika
  • Kimia
  • Sistem Komputer
  • Teknik Kerja Bengkel
  • Elektronika dan Mikroprosessor
  • Sistem Telekomunikasi
  • Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Utama
  • Operasi dan Pemeliharaan Transmisi Kabel Laut
  • Operasi dan Pemeliharaan Transmisi Satelit
  • Operasi dan Pemeliharaan Transmisi Radio
  • Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Prosek kerja lulusan kompetensi keahlian Teknik Transmisi Telekomunikasi adalah sebagai berikut:

  1. Teknisi Mekanik Radio

Menguji atau memperbaiki peralatan pemancar dan penerima sinyal frekuensi radio yang biasa digunakan dalam servis/kendaraan darurat.

  1. Operator Radio

Menerima dan mengirimkan komunikasi menggunakan peralatan telepon radio yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Dapat memperbaiki peralatan.

  1. Arsitek Jaringan Komputer

Merancang dan mengimplementasikan jaringan komputer dan informasi, seperti jaringan area lokal (LAN), jaringan area luas (WAN), intranet, extranet, dan data jaringan komunikasi lainnya. Melakukan penelitian dan merekomendasikan jaringan hardware, data komunikasi dan perangkat lunak yang membantu efisiensi dan efektifitas jaringan/komunikasi perangkat Internet dalam sebuah perusahaan/organisasi.

  1. Arsitek Sistem Komputer

Mendesain dan mengembangkan solusi aplikasi untuk masalah yang kompleks, masalah pada sistem administrasi, atau masalah jaringan. Melakukan rancangan sistem manajemen dan fungsi integrasi.

  1. Programer Komputer

Merancang, mengembangkan, memodifikasi, dan menguji code, form, dan script yang memungkinkan aplikasi komputer untuk dijalankan. Bekerja dari spesifikasi yang dibuat oleh pengembang software atau team terkait.

  1. Programmer Peralatan yang dikontrol oleh Komputer Numerik

Mengembangkan program untuk mengontrol mesin. Selain itu, ia juga melakukan pengolahan bahan logam atau plastik menggunakan peralatan, mesin, atau sistem.

  1. Manager Sistem Komputer dan Informasi

Merencanakan, mengarahkan, atau mengkoordinasikan kegiatan di bidang-bidang seperti pengolahan data elektronik, teknologi informasi, sistem informasi, analisa sistem, dan pemrograman komputer untuk membantu efisiensi, efektifitas proses dan alur kerja perusahaan/organisasi melalui teknologi informatika.

  1. Analis Sistem Komputer

Menganalisa baik dari sisi teknis, bisnis, dan masalah lain terkait pengolahan data untuk menerapkan dan meningkatkan sistem informasi dan komputer dalam sebuah organisasi dan perusahaan. Menganalisa kebutuhan pengguna, prosedur, dan masalah untuk otomatisasi atau memperbaiki sistem yang ada dan mengulas kemampuan sistem komputer dengan tujuan memperbaiki alur kerja, efisiensi dan efektiftas proses.

  1. Administrator Sistem Jaringan dan Komputer

Meng-install, mengkonfigurasi, dan mendukung Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), dan sistem Internet atau segmen dari sistem jaringan. Memantau jaringan untuk memastikan ketersediaan jaringan untuk semua pengguna sistem dan dapat melakukan pemeliharaan yang diperlukan untuk mendukung ketersediaan jaringan.

  1. Arsitek Database

Merancang strategi, membangun sistem database perusahaan dan standar yang ditetapkan untuk operasi, pemrograman/pengembangan, dan keamanan database terkait. Merancang dan membangun database relasional dengan skala besar (enterprise). Mengintegrasikan sistem baru dengan struktur gudang data (data warehouse) yang ada dan memperbaiki kinerja sistem dan fungsionalitas.


Perubahan yang cepat di dunia kerja sebagai akibat dari globalisasi dunia kerja dan revolusi di bidang teknologi serta berbagai disiplin ilmu lainnya menuntut antisipasi dan evaluasi terhadap kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Beberapa pergeseran dalam hal kompetensi dunia kerja yang terjadi dewasa ini meliputi dinamika hubungan antara pendidikan dan dunia kerja. Observasi Teichler (1997; 1999); Yorke dan Knight (2006) terutama terkait dengan jurang antara outcome pendidikan tinggi dan tuntutan kompetensi di dunia kerja. Di era industry 4.0 ada 52,6 juta pekerjaan berpotensi hilang, sementara pekerjaan baru akan muncul hanya 3,7 juta. Beberapa profesi akan hilang dan beberapa bahkan sudah tidak membutuhkan tenaga manusia lagi. Contohnya profesi petugas jalan tol, penunggu karcis parkir, dan pengantar sudah tidak membutuhkan bantuan tenaga manusia lagi. Beberapa profesi lainnya juga mulai berkurang seperti kasir, teller bank, travel agent, telemarketing, dan agen asuransi. Namun, meskipun demikian ada banyak profesi yang tidak akan tergeser meskipun digempur oleh kemajuan teknologi.

Salah satu profesi yang akan terus ada dalam kemajuan teknologi adalah profesi dalam dunia penerbangan. Penerbangan, kebandaraan, dan kedirgantaraan tidak termasuk pekerjaan yang berpotensi punah. Justru dalam globalisasi dunia kerja profesi penerbangan akan semakin dibutuhkan karena tingginya mobilitas yang tentunya membutuhkan moda transportasi yang cepat dan efisien yakni pesawat udara. Terdapat puluhan profesi dalam dunia penerbangan. Profesi bergengsi di dunia penerbangan tidak hanya pilot dan flight attendant atau pramugari saja, lho. Meski keduanya adalah profesi paling populer di dunia penerbangan, ternyata masih banyak berbagai profesi lainnya yang sangat menjanjikan dan tidak kalah bergengsi.

Dunia penerbangan adalah dunia yang menawarkan berbagai macam profesi yang sangat menjanjikan dengan penghasilan di atas rata-rata. Maka dari itu, banyak pekerjaan lainnya selain pilot dan pramugari yang dibutuhkan agar bandara-bandara di dunia dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Profesi ini mengemban peran untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan.

Pilot tidak akan bisa menerbangkan pesawat sendiri. Paling jelas, seorang pilot akan duduk bersama dengan kopilotnya di ruang kemudi. Di kabin, masih ada beberapa flight attendants. Di bandara, lebih banyak lagi yang terlibat sehingga sebuah pesawat bisa mengudara dan mendarat dengan sempurna, tanpa celaka. Nah, profesi apa aja sih, yang terlibat dalam dunia penerbangan ini?

  1. Pilot/ Kopilot

Populernya profesi pilot salah satunya karena gaji besar yang diterimanya. Di Indonesia, gaji pilot konon berkisar antara Rp40 sampai Rp50 juta per bulan. Gaji tertinggi di dunia saat ini dipegang oleh pilot Qatar Airways, yaitu sekitar $90,000 USD per bulan. Prestis pekerjaan yang berkelana hingga ke luar negeri, bersama dengan flight attendants yang cantik-cantik, tentu merupakan bonus yang menggiurkan dari pekerjaan menerbangkan pesawat ini.

Akan tetapi, tanggung jawab pekerjaan seorang pilot juga besar. Keselamatan seluruh penumpang berada dalam kendali pilot sejak takeoff sampai landing. Sekolah pilot juga tidak murah, bisa menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah. Setelah lulus pun, masih ada ujian terbang oleh otoritas penerbangan yang harus dilalui.

  1. Flight Attendant(Pramugari/ Pramugara)

Mungkin kamu mengira pekerjaan flight attendant hanya menyuguhkan makanan atau minuman, melayani kebutuhan, dan tersenyum pada penumpang. Nggak segampang itu, Ferguso! Tanggung jawab flight attendant adalah kenyamanan dan keselamatan penumpang. Saat terjadi situasi darurat, flight attendant diharuskan memandu penumpang mengikuti prosedur keselamatan, baru memikirkan keselamatannya sendiri.

Penampilan fisik flight attendant sebenarnya mendukung kelancaran pekerjaannya. Nggak pernah menjumpai flight attendant yang minta tolong pada penumpang karena tangannya nggak nyampai ke kompartemen atas, kan?

  1. Flight Operation Officer (FOO)

Tugas seorang FOO antara lain mengatur jadwal kru, mengatur transportasi kru, melakukan tracking, membuat flight planning, membaca peta, memegang radio navigasi, membriefing pilot sebelum terbang, mengisi load sheet, menghitung pesawat sebelum terbang, menghitung central of gracity pesawat, menganalisis cuaca di bandara keberangkatan, dan lain sebagainya. FOO pulalah yang mengambil keputusan saat keadaan darurat, seperti menjembatani antara pilot dan teknisi saat terjadi kerusakan mesin pada pesawat. Menjadi seorang yang bertanggung jawab mengambil keputusan, seorang FOO haruslah memiliki keterampilan berkomunikasi dan pertimbangan rasional yang baik.

  1. Marshaller

Tugas seorang marshaller adalah memandu pilot untuk memarkirkan pesawat setelah mendarat dan memasuki landasan parkir. Oleh sebab itu, tempat tugas marshaller biasanya berada di hanggar atau parking stand yang berada di apron.

Untuk menjadi seorang marshaller, kamu harus lolos tes tulis dan tes fisik. Setelah mendapatkan aircraft marshalling license yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan, baru deh kamu bisa bekerja memandu parkir pesawat selama dua tahun kedepan. Abis itu? Ya diperpanjang lagi.

  1. Air Traffic Controller(ATC)

Petugas ATC berwenang mengatur lalu lintas pesawat karena posisi antar pesawat yang terlalu dekat di udara dapat mengakibatkan tabrakan. Berdasar pantauan pergerakan pesawat pada radar, petugas ATC memberi informasi ataupun instruksi kepada pilot dari menara bandara. Informasi yang dimiliki petugas ATC antara lain navigasi, cuaca, maupun informasi udara lain yang diperlukan oleh pilot. Bahkan, pihak ATC-lah yang memberi izin terbang dan mendaratnya pesawat. Keren, nggak tuh?

Kamu ingin jadi petugas ATC? Salah satu lembaga yang menangani pendidikan ATC adalah Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, yang berada dibawah naungan Kemenhub.

  1. Aircraft Maintenance Engineer(AME)

Layak tidaknya sebuah pesawat untuk terbang (airworhiness) tergantung pada keputusan AME. Seorang AME bekerja berdasar pada dokumen resmi (approved manual), kemudian mencatat semua pekerjaan yang dilakukan di pesawat pada aircraft maintenance log book. Apabila terjadi permasalahan pada pesawat, AME-lah yang bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika pesawat mengalami kerusakan dan AME memutuskan bahwa pesawat tidak siap berangkat, maka pilot dan pihak maskapai harus mematuhinya.

  1. Ground Staff

Ground staff bertugas memberikan pelayanan pada customer pengguna jasa penerbangan, baik sebelum maupun sesudahnya. Pelayanan yang dimaksud dalam hal ini mencakup penanganan bagasi penumpang, check-in, loading dan unloading bagasi, termasuk juga penjualan tiket.

  1. Aviation Security (Avsec)

Personil keamanan bandara ini bertugas melindungi penerbangan sipil dari tindakan melawan hukum kepada penumpang, kru pesawat di darat, pesawat, dan instalasi bandara. Kamu bisa menjadi seorang Avsec hanya setelah mengantongi Surat Tanda Kecakapan Petugas (STKP).

Itulah delapan profesi utama yang dapat dijumpai di industri penerbangan. Sudah menentukan pilihan kalian mau menjadi yang mana?

Untuk bisa menjadi kompeten dalam bidang profesi di atas kalian harus menempuh pendidikan sesuai bidang yang kalian minati. Tiada yang abadi selain perubahan itu sendiri, jangan buang waktu untuk berproses menjadi manusia sukses. SMK Penerbangan Cakra Nusantara adalah pilihan tepat. Bersama SMK Penerbangan Cakra Nusantara kita bisa hebat, jadikan dirimu dan ambil peranmu sebagai bagian dari generasi Indonesia Emas 2045 terampil lebih dini sukses lebih awal bersama SMK Penerbangan Cakra Nusantara.